Tampilkan postingan dengan label cerita humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2019

Kader Air Kencing


Saat merekrut anggota baru dalam komunitasnya, sang ketua, Riadi, menginginkan adanya anggota yang nantinya juga akan menjadi pengurus komunitas yang sudah dibentuknya selama beberapa tahun ini. Anggota yang akan dipilihnya haruslah yang jujur dan berprinsip karena komunitas ini adalah komunitas yang harus dilandasi oleh rasa kejujuran. Menerima banyak sumbangan dari donatur dan memberikannya kepada yang membutuhkan haruslah jujur. Maka dari itu Riyadi perlu menyeleksi para anggotanya dan memilih siapa saja yang sekiranya memenuhi kualifikasi untuk direkrut.

Para pelamar yang ingin masuk di komunitas itu ada lima belas orang. Mereka sudah menunggu Riyadi untuk menyeleksi satu per satu dengan proses wawancara terlebih dahulu. Lima belas orang itu berasal dari daerah yang berbeda-beda. Mereka semua saling tidak mengenal satu sama lain karena mereka mengetahui komunitas ini melalui sebuah jejaring sosial media. Sambil menunggu Riyadi yang menyiapkan tempat dan daftar wawancara, kelima belas orang itu saling berkenalan dan saling bertanya apa motivasi mereka untuk mengikuti komunitas ini. Alasannya terbanyak memang karena komunitas yang dipimpin Riyadi ini sudah bergerak cukup lama dan dikenal oleh masyarakat luas.

Sudah hampir setengah jam para anggota menunggu dan akhirnya mereka dipanggil. Mereka mengira jika mereka akan dipanggil satu per satu, namun ternyata mereka diminta untuk masuk ke ruangan bersama-sama. Rasa gerogi yang muncul sedari tadi tiba-tiba menghilang karena ternyata wawancara tidak dilaksanakan sendiri-sendiri melainkan bersama-sama di ruangan Riyadi.Para calon anggota itu diminta untuk mengenalkan dirinya masing-masing. Setalah itu tidak ada perkataan apa-apa lagi yang Riyadi bicarakan. Ia meminta teman satu komunitasnya untuk mengambilkan beberapa gelas yang sudah diisi air berwarna cokelat seperti teh. Baunya sangat tidak sedap, seperti bau air kencing. Para calon anggota itu heran dan menolehkan kepalanya satu sama lain.

Mereka bingung apa yang harus dilakukan. Akankah mereka diminta untuk meminumnya?Riyadi masuk lagi ke dalam ruangan dan melihat semua calon anggotanya kebingungan. Riyadi meminta mereka semua untuk mengambil gelas masing-masing dan mencium baunya. “Jika kalian benar-benar berniat untuk bergabung dengan komunitas kami, silahkan minum air yang ada di gelas itu sampai habis” seperti itulah perintah Riyadi kepada mereka. Banyak dari mereka yang tidak kuat dengan baunya namun tetap bersikukuh untuk meminumnya.

Empat belas anggota pun seketika memuntahkan air yang sudah diminumnya. Mereka berlarian ke kamar mandi, kecuali satu orang calon anggota bernama Slamet.Ia sama sekali tidak menyentuh gelas dan meminum airnya. Kemudian Riyadi bertanya kepadanya dengan garang, “Kenapa kamu tidak meminumnya? kamu tidak ingin menjadi anggota komunitas kami?”, Slamet pun menjawab dengan tegas, “Walaupun saya ingin bergabung dengan komunitas ini, tapi jika perlakuan anda yang memberi kami minuman yang tidak layak seperti ini, lebih baik saya memilih untuk tidak dipilih.

Bukan saya mengundurkan diri, namun saya sadar ini tidak baik”Riyadi tertawa terbahak-bahak. Semua calon anggota saling memandang satu sama lain. “Kalian, kecuali Slamet, silahkan pergi meninggalkan tempat ini. Tempat ini hanya untuk orang yang jujur seperti Slamet. Ia tidak munafik dan apa adanya. Silahkan...silahkan semuanya bubar” dengan wajahnya yang kesal, semua calon anggota yang tidak terpilih akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dan Slamet, ia diminta Riyadi untuk mempersiapkan dirinya yang akan dikenalkan dengan anggota anggota yang sudah lama. Slamet pun sangat bersyukur dan bahagia karena sekarang dirinya benar-benar bisa menjadi bagian dari komunitas itu dan dipercaya oleh Riyadi menjadi orang yang jujur dan apa adanya.